Posts tagged ‘.yearofyear.’

::she is the real woman::

SELAMAT JALAN IBU AINUN HABIBIE

beliau salah satu bunda bangsa yang mengajarkan akan cinta dan kesetiaan.

turut berduka cita sedalam-dalamnya.

best regards,

saya yang belajar menjadi wanita yang mengerti kodratnya seperti Anda, Bu.


May 25, 2010 at 2:43 pm Leave a comment

::narnia!::

i love this movie i dont know why maybe because i saw it with you, my beloved friend when we just graduated from our outstanding school. and then i searched  the original soundtrack in my old notebook and i found one of my fav song! the-call

and then let sing.. i remember, i told this words for you.

i’ll come back when you call me, no need to say good bye. and this for you, from my deep heart. :)

It started out as a feeling
Which then grew into a hope
Which then turned into a quiet thought
Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder
‘Til it was a battle cry

I’ll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything’s changing
Doesn’t mean it’s never
Been this way before

All you can do is try to know
Who your friends are
As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon
And follow the light

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye

You’ll come back
When it’s over
No need to say good bye

Now we’re back to the beginning
It’s just a feeling and no one knows yet
But just because they can’t feel it too
Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger and stronger
‘Til they’re before your eyes

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye

You’ll come back
When they call you
No need to say good bye

January 2, 2010 at 6:59 pm 2 comments

::tepat sekali::

tepat setahun yang lalu…

dimana saya pertama kalinya melihat seorang ibu, wanita, perempuan  SUPER. super woman. bisa segalanya, pintar dan membuat saya semakin yakin perempuan tidak lemah

tepat setahun yang lalu…

dimana saya berdoa untuk kebahagiaan teman saya yang tunangan, namun doa saya tidak terkabul atau Tuhan punya cara lain, dia putus.

tepat setahun yang lalu…

saya berjalan bersama para dokter merangkap eksekutif muda di BATU, malang. lalu saya main go-kart, lalu go-kart saya tidak dapat dikendalikan, lalu menabrak. lalu dikhawatirkan para dokter itu padahal di sisi penonton teman-teman saya sudah tertawa tidak karuan

tepat setahun yang lalu…

saya mengumandangkan ayat-ayat al-quran di nisan teman saya, ARIO PT. semoga di terima di sisi-Nya

tepat setahun yang lalu

merayakan kebersamaan dan indahnya pertemanan bersama Nabilla Gusrina Diwati, Adisty Ratna Miranti, jemba, hanif+pacar (yang notabene sekarang sudah putus) serta teman lainnya. saya, jemba, adis, dan nabila di mobil nabila (mobil yaris merah) lalu trjadilah kecelakaan itu, masih ingat sekali, waktu, tanggal, hari, rute perjalanan, detik demi detik, guncangan dalam mobil, dencitan rem roda berasap, putaran mobil yang 360 derajat itu lalu menabrak pohon. masih jelas, masih trauma, masih selalu akan terus bersyukur karena masih diberi kesempatan mengikuti ujian tanggal 4 januari 2009.

tepat setahun yang lalu..

180 derajat.

saya tidak akan pernah melupakannya.

dan bagi yang mengulurkan tangannya untuk saya bangkit, saya sudah bisa berdiri. terimakasih

tepat, setahun yang lalu..

tepat sekali


*malam ini roti bercampur air mata*

December 28, 2009 at 2:57 pm 2 comments

::biasa… sindrom akhir tahun::

Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat .
Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian
melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia
melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang
dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu
di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari
sebuah pensil.
“Kualitas pertama,
pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam
hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah
lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup
ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita
menurut kehendakNya” .
“Kualitas kedua,
dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan
menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini
pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut
selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga
dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan
kesusahan karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih
baik”.
“Kualitas ketiga, pensil
selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk
memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan
kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita
untuk tetap berada pada jalan yang benar”
“Kualitas keempat,bagian
yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,
melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu,
selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
“Kualitas kelima,
adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga
kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini
akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar
terhadap semua tindakan”.
(by Paulo Coelho)
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat .
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian
melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia
melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.“
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang
dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu
di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari
sebuah pensil.
“Kualitas pertama,
pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam
hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah
lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup
ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita
menurut kehendakNya” .
“Kualitas kedua,
dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan
menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini
pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut
selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga
dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan
kesusahan karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih
baik”.
“Kualitas ketiga, pensil
selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk
memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan
kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita
untuk tetap berada pada jalan yang benar”
“Kualitas keempat,bagian
yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,
melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu,
selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
“Kualitas kelima,
adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga
kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini
akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar
terhadap semua tindakan”.
(by Paulo Coelho)
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat .
Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian
melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia
melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang
dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu
di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari
sebuah pensil.
“Kualitas pertama,
pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam
hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah
lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup
ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita
menurut kehendakNya” .
“Kualitas kedua,
dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan
menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini
pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut
selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga
dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan
kesusahan karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih
baik”.
“Kualitas ketiga, pensil
selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk
memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan
kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita
untuk tetap berada pada jalan yang benar”
“Kualitas keempat,bagian
yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,
melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu,
selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
“Kualitas kelima,
adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga
kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini
akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar
terhadap semua tindakan”.
(by Paulo Coelho)
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat .
Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?” Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.” “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian
melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia
melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. “Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu. Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini.
Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang
dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu
di dalam hidup ini.” Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari
sebuah pensil.
“Kualitas pertama,
pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam
hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah
lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup
ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita
menurut kehendakNya” .
“Kualitas kedua,
dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan
menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini
pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut
selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga
dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan
kesusahan karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih
baik”.
“Kualitas ketiga, pensil
selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk
memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan
kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita
untuk tetap berada pada jalan yang benar”
“Kualitas keempat,bagian
yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya,
melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu,
selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.
“Kualitas kelima,
adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga
kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini
akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar
terhadap semua tindakan”.
(by Paulo Coelho)

December 26, 2009 at 7:15 am 2 comments


yangoi.selalu.ceria.

we can share everything. love.laugh. happy.friendship.and sad stories even the darkest one.

.im a deadliner.

May 2012
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

.stories.

.stories.

tweets!

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

RSS deep pathetic to writing

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.