Posts tagged ‘.hmf.’
:: once upon a time at YPAC ::
Honestly This project is only my desire. may be in some people’s mind told that I’m so proud with myself. in bahasa called “sok baik”. But im so interested in teaching unfortunately children or we called them disabilities children. Yap, my ambition when I studied at elementary school such as : be a good teacher, astronaut or be a doctor!. And it’s desire finally done!. By way of dies HMF’s project at YPAC D SLB bandung around Pasteur on 17th of February. We did so many activities only simple activities like games, and then drink milk together, and also sang a happy birthday song, cut the cake and eat together! anyway what ever the activities took, I felt so happy because can made them to laugh and smile perfectly! If you ever have felt it maybe you can smile and laugh together with them same like me, but what about your heart?. In front of them you can smile but I’m sure, back of all you can cry and maybe at this time you told to GOD: thanks God you create my body perfectly, I can talk, walk, and run! So different with so many children in front of me! They has made me cry after I came into my room. GOD! Im not bear of this situation. It isn’t the first project I follow but I always cry after I play together with them, disabilities children who cant speaking and walking normally. I miss u and I love you. Thanks to GITA. UCUP. EGI and others who have made me realize of my life. I love you. The saddest, ucup’s parents don’t want to care him well! OH god. Successfully shed tears.
::my last project::
okay. actually i cant only sitting in my room and not do something. im one of person who always happy if there are activities around me. maybe some people called me that im a workaholic. but im workaholic. i also need holiday! i need to make a trip of my life, have journey to unique places! so many places that i plan to go there! and don’t want to spent my holiday just to be lazy girl! i love to do something! what ever and now. for this year, before the end of this year… i follow my lecture to help them to know how much toxicity of one of vaccine! from biofarma and i love i got that project not only i become happy bcos have part time and have a chance to reach much money right? actually for my holiday the important is! i get the experiences!
yes. now, in my university in a few day. i am still working with ms. Immaculata, with other friends, albert, susan, evan and i have a new friends! i know mr warsidi! i know sista wulan and the others! so interesting to know new world and new part in my campus life.
let me tell the project…biofarma is developing a new vaccine. the vaccine is 5 combination antigens in one vaccine. i dont know the detail of the combination. i just know such as human influenza B type, DPT, Hepatitis, i dont know the others. and ms immaculata and her team must test for its toxicity before we take in human body. the test will be held in rat body wistar type. there are 4 groups with different injection. group one = control, we inject NaCl intramuskular, so, logically nothing happen. group two = adjuvan, inject intramuskular too. hope the rat’s activities was increased! group three = HIB vaccine that already was tested! hope there’s nothing happen but there’re immonoglobulins in their blood. and group 4 = pentavalen injection to intramuskular. hope there’s nothing happen too and increase the immune system of the rats! but after 2 weeks it happens! the reaction between vaccine and the rats! the rats has paralysis and udem! also has eytema. wow! ms. immaculata was shocked! she told: BAD NEWS. this vaccine is toxic! human cant use it! we cant forward this test. this test was over.
first, in my mind! wow. biofarma already spend much money for this project but unfortunately not lucky. friend, not easy to develope one drug especially vaccine, and the important i wanna tell is.. not easy to control the rats! the rats ever bit me! release their “pup” and urine into my body, my clothes an other. NOPE! i dont think so, IM VERY HAPPY. i know a new knowledge, i know to observed the rats, the test, the things will be happen and i get a new experience.
not only working at this project but also help ms.ima to held marmot and inject the drug! okay. the second test that ms.ima and team do is check the sensitivity me-too product of decolgen but for topical delivery. nice job!
thank you my dear ms. immaculata that teach me so many knowledges! i hope i can be like you mom!
::menuju fardes 2010::
FARMASI PEDESAAN SEBAGAI SALAH SATU SARANA MENGEMBANGKAN KOMUNITAS MASYARAKAT YANG MANDIRI
Seorang farmasis dituntut untuk memiliki sifat care giver dengan permasalahan kesehatan yang terjadi di sekitarnya. Itulah salah satu hal yang tertuang dalam Seven Star of Pharmacy Plus One yang harus diimplementasikan. Selain itu, dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi pun disebutkan bahwa mahasiswa harus dapat memberikan suatu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kedua hal inilah yang melatarbelakangi diselenggarakannya Farmasi Pedesaan.
Farmasi pedesaan merupakan program pengabdian kepada masyarakat desa yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Famasi ‘Ars Praeparandi’ ITB sejak tahun 1986. Pada awalnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk menggantikan program kuliah kerja nyata yang ditiadakan. Kegiatan Farmasi Pedesaan ini menjadi sarana mahasiswa Sekolah Farmasi ITB untuk mengaplikasikan ilmunya yang telah didapatkan selama masa kuliah di Sekolah Farmasi ITB. Kegiatan ini diselenggarakan setiap 2 tahun sekali. Hingga saat ini, Farmasi Pedesaan telah dilaksanakan sebanyak 12 kali.
Farmasi pedesaan bertujuan untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian massa HMF serta meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan potensi alam yang dimiliki sehingga diharapkan dalam jangka panjang, desa yang disinggahi menjadi desa yang maju dan mandiri serta para mahasiswa farmasi semakin menyadari peran sertanya sebagai elemen masyarakat dan generasi muda yang bertanggung jawab untuk memajukan Indonesia di masa yang akan datang.
Sasaran kegiatan Farmasi Pedesaan ini adalah mahasiswa Sekolah Farmasi ITB yang meliputi peningkatan kepekaan terhadap permasalahan kesehatan yang terjadi dan sebagai pemberi solusi terhadap permasalahan aspek tersebut. Sedangkan untuk masyarakat pedesaan tempat dilaksanakan kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan, pola pikir dan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat dan pemanfaatan alam desa tersebut.
Program-progam yang dilaksanakan pada Farmasi Pedesaan disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat pedesaan tersebut. Namun secara umum, program yang diberikan pada kegiatan ini meliputi pengobatan gratis, penyuluhan tentang penyakit-penyakit yang sering menyerang desa tersebut, penyuluhan gizi anak, pendidikan kesehatan bagi anak-anak, penyuluhan mengenai pola hidup sehat dan sanitasi, serta optimalisasi kekayaan alam yang dimiliki desa tersebut untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Farmasi Pedesaan mengambil waktu kurang lebih 1 minggu. Tetapi kegiatannya tidak hanya berlangsung selama waktu tersebut saja, dilaksanakan follow-up oleh kepengurusan selanjutnya sehingga perkembangan masyarakat pedesaan dapat terpantau. Selain mahasiswa farmasi, peserta yang terlibat pada kegiatan ini yaitu peserta dari elemen kesehatan lainnya.
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap Farmasi Pedesaan yang telah dilakukan, terdapat beberapa parameter keberhasilan yang terpenuhi, yaitu
- Peserta dari Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB yang mengikuti kegiatan Farmasi Pedesaan ini cukup banyak. Hal ini menunjukkan bahwa massa Himpunan Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB mempunyai rasa kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat;
- Antusiasme masyarakat pedesaan cukup tinggi terhadap kegiatan Farmasi Pedesaan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB;
- Masyarakat pedesaan mampu menerapkan pengetahuan dan wawasan yang didapat dari program-program yang dilaksanakan selama kegiatan Farmasi Pedesaan.
Walaupun keberhasilan yang diperoleh dalam kegiatan ini cukup memuaskan, dalam pelaksanaannya, Farmasi Pedesaan tidak lepas dari kendala-kendala. Berdasarkan pelaksanaan Farmasi Pedesaan sebelumnya, kendala yang dihapai pada umumnya adalah
- Kesulitan mencari desa yang menjadi tujuan kegiatan Farmasi Pedesaan;
- Transportasi yang digunakan terkadang tidak dapat menjangkau desa yang dituju karena letak desa cukup terpencil;
- Keadaan lapangan yang menyulitkan dalam distribusi logistic, obat gratis, dan sumber daya manusia dalam melaksanakan program;
- Sikap masyarakat desa tujuan yang masih kurang inisiatif untuk menerapkan pengetahuan yang telah diberikan selama program Farmasi Pedesaan;
- Kendala bahasa dimana masyarakat pedesaan yang dituju pada umumnya masih berbahasa daerah dan kurang lancar berbahasa Indonesia;
- Ruang penyuluhan yang tidak memungkinkan menampung banyak warga;
- Kurangnya tenaga medik untuk program pengobatan gratis.
Farmasi Pedesaan selanjutnya, yaitu Farmasi Pedesaan ke-13 akan diselenggarakan pada tahun 2010. Kegiatan Farmasi Pedesaan ke-13 ini diharapkan menjadi program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dengan pemantauan yang lebih baik lagi. Melalui kegiatan ini diharapkan desa yang dituju menjadi desa dengan kualitas hidup yang baik dan mandiri sesuai dengan potensi yang dimiliki desa tersebut. Program-program Farmasi Pedesaan ke-13 akan dilaksanakan sesuai dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan desa tujuan. Pada Farmasi Pedesaan kali ini juga diharapkan adanya kerja sama antara Himpunan Mahasiswa Farmasi ‘Ars Praeparandi’ ITB dengan himpunan lainnya di ITB. Hal ini dilakukan karena dalam pemecahan masalah yang terjadi di masyarakat terkadang tidak cukup hanya dengan satu disiplin ilmu saja.
Pada tahun 2045 nanti, Indonesia genap berusia 100 tahun. Perubahan-perubahan yang terjadi dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera atau bangsa yang kembali tertindas. Salah satu prediksi dari petinggi-petinggi Negara adalah Indonesia akan menjadi Negara yang superpower. Hal ini dapat diartikan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang tangguh dalam menghadapi segala tantangan yang terjadi di dunia. Untuk bidang kesehatan, diharapkan Indonesia dapat lebih memanfaatkan potensi alamnya sebagai bahan baku pangan fungsional dan bahan baku pembuatan obat sehingga tidak ada kata “mahal” lagi untuk memperoleh kesehatan yang berkualitas. Seluruh masyarakat di Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai tanpa memandang status sosial. Indonesia sudah menjadi Negara mapan dan mandiri yang dapat memproduksi kebutuhan pokok masyarakat di dalam negeri dan tidak sepenuhnya bergantung pada produksi luar negeri.