Posts tagged ‘.family.’

::speechless::

okay. sometime i always think, i am so disappointed with my self, my action, my behavior, etc.

what a bad girl i think for this semester. although it isn’t yet finish. but i already have feeling if i fall down for these challenges and chances.

cant do best and hard effort so do not blame GOD for bad mark.

spend much money, parents’ money remember girl!!!

you not earning money by yourself and for your self,whereas you can have a business you can do your plan for earn money, there’re so many ways to get it, do not make your parents work hard just for you. remember!!! what can you do for you parents ngoi!!!

and in this holiday time, you cant go home, because of your rush hour. can you imagine how much they missed you?

huff.

if i remember or talk about parents, i can be speechless quickly.

God gave us the equal happiness when we born. Then the further happiness depends on yourself.

Be proud of what you got, because everyone else might not lucky enough to have what you’ve got.

You win, you’ll be happy. You lose, you’ll be wise. Take risk!

June 3, 2010 at 3:21 pm Leave a comment

.#wanita.

If you look at what you have in life, You’ll always have more.If you look at what you don’t have in life, You’ll never have enough.
~ Oprah Winfrey

Emansipasi wanita. Satu doktrin yang ramai diusung para wanita masa kini sebagai salah satu prinsip hidupnya. Wanita masa kini ingin memiliki posisi yang sederajat dengan para pria. Buang jauh-jauh pola pikir ala zaman Siti Nurbaya yang mengharuskan wanita dipingit di rumah dan hanya mengurusi rumah tangga. Kini banyak wanita yang menduduki posisi yang dahulu hanya didominasi kaum pria. Direktur utama, Komisaris, Perdana Menteri, hingga Presiden merupakan beberapa jabatan penting yang pernah diduduki oleh wanita-wanita super masa kini. Wanita-wanita super itu telah mematahkan teori ‘Siti Nurbaya’ yang konvensional dan membuktikan kejayaan era ‘Emansipasi Wanita’ telah dimulai.

Kesuksesan para wanita super ini telah menginspirasi banyak wanita lainnya di dunia untuk mengikuti jejak mereka. Telah banyak wanita yang mengenyam pendidikan hingga level S-3 bahkan menjadi seorang Profesor. Hal ini membuktikan bahwa pencapaian intelektualitas yang tinggi melalui jenjang pendidikan formal telah menjadi prioritas bagi para wanita. Pendidikan yang tinggi tak cukup memuaskan hati para wanita ini untuk membuktikan prinsip ‘kesetaraan’ dengan pria yang dianutnya. Wanita juga ingin mampu menghasilkan materi untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Banyak wanita yang memilih menjadi wanita karir agar mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Apakah wanita ini sudah puas hingga ia mampu mencapai level ini? jawabannya adalah tidak. Sebagian besar dari wanita yang memilih karir sebagai jalan hidupnya berusaha untuk terus memupuk karirnya tersebut hingga ia mampu mencapai jabatan tertinggi. Saat wanita super itu telah mencapai level ini, akankah ia memikirkan apakah ia telah merasa sempurna sebagai seorang wanita?

Berbicara mengenai kodrat merupakan hal yang tabu bagi para wanita super ini. Apabila kodrat telah mulai disinggung ke permukaan, hal itu seolah akan menjadi bumerang bagi mereka. Kodrat ibarat momok bagi para wanita super ini karena jika dikaitkan dengan kodrat, maka hancurlah dinding citra sebagai seorang wanita super yang selama ini telah mereka bangun dengan susah payah. Berbicara akan kodrat akan membuat berbagai hal menyeruak dan memutarbalikkan posisi para wanita super ini 180 derajat.

Euforia akan doktrin ‘Emansipasi Wanita’ telah membuat banyak wanita menjadi salah kaprah. Jika memang emansipasi wanita telah menjadi nafas baru bagi kehidupan para wanita saat ini, maka buang jauh-jauh istilah ‘Ladies First’. Akan tetapi hal yang menarik adalah wanita menjadi sangat egois menyikapi hal ini. Para wanita bahkan tega menuduh para pria sebagai sosok yang tidak gentleman apabila tidak mendahulukan wanita dalam mengantri, membantunya membawa barang-barang belanjaan, dan hal sepele lainnya (namun sangat berarti bagi para wanita egois ini). Lalu sebenarnya apakah yang mereka inginkan?

Materi memang satu hal yang mampu menyilaukan pandangan siapapun. Pikiran seseorang dapat menjadi irasional jika ia telah terpukau oleh gemerlap materi. Wanita terkadang menjadi sosok yang lemah jika dihadapkan oleh materi. Membeli tas branded luar negeri, memakai busana rancangan desainer terkenal, melakukan perawatan tubuh di salaon terbaik, dan segala kebutuhan wanita yang tak ada habisnya membuat wanita merasa materi merupakan kunci untuk memenuhi hasratnya. Sifat wanita yang mudah iri melihat sesamanya juga menjadi salah satu faktor pemicu kelemahan wanita terhadap materi. Wanita itu kurus, tinggi, langsing, memakai perhiasan mewah, memiliki anggaran yang besar untuk berbelanja setiap bulannya, dan hal lain yang membuat para wanita selalu membandingkan dirinya satu sama lain. Apabila segala hasrat mereka akan hal-hal tersebut telah terpenuhi, maka pertanyaan yang sama kan muncul yakni apakah ia telah merasa sempurna sebagai seorang wanita?

Wanita super tak harus identik dengan wanita yang memiliki karir dengan jabatan yang tinggi maupun mampu memiliki taraf hidup yang mapan dari usahanya sendiri. Satu hal yang sering dilupakan oleh banyak wanita untuk menjadikan dirinya sempurna yakni emmenuhi kodratnya. Wanita diciptakan dari tulang rusuk Adam karena wanita memang digariskan untuk melengkapi kehidupan pria. Emansipasi wanita mungkin lebih pantas ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi selanjutnya. Emansipasi wanita membuat para wanita mampu menempuh pendidikan formal hingga ke jenjang yang tinggi dan meningkatkan kemampuan intelektualitasnya. Seorang wanita digariskan untuk mampu menjadi sosok Ibu yang baik bagi anak-anaknya dan istri yang patuh pada suaminya. Seorang pria dikodratkan untuk mampu menafkahi lahir dan batin bagi keluarganya. Jelas sudah peran wanita memang ditujukan untuk berbakti pada keluarganya.

Pengabdian seorang wanita terhadap keluarganya merupakan pengabdian yang mulia. Dalam kehidupan hendaknya kita mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Hal itu juga hendaknya dijadikan prinsip bagi para wanita. Wanita dapat menjadi sosok yang bermanfaat bagi anak-anaknya dan suaminya. Wanita super adalah wanita yang mampu mendidik anaknya menjadi anak yang pintar, berperilaku sopan, dan bertanggung jawab. Mendidik manusia lain menjadi manusia yang berbudi bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.Hal tersebut membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang jarang dimiliki oleh seorang pria. Apabila para wanita justru sibuk mengejar karirnya dan membiarkan anak-anaknya dididik oleh pembantu, bisakah anda bayangkan bagaimana anak tersebut akan berkembang kelak?

Materi bisa membeli banyak hal di dunia. Akan tetapi, attitude dan manner merupakan dua hal yang tak dapat dibeli dengan uang. Attitude dan manner hanya dapat dibentuk dari didikan keluarga dan lingkungan. Seorang ibu yang memiliki intelektualitas tinggi diharapkan mampu menjawab tantangan ini. Bagaimana jika ia dididik justru oleh orang yang tidak mengerti akan esensi dari intelektualitas? Hal tersebut tentu akan membuat sang anak berkembang menjadi anak yang bermental jauh dari kata ‘berbudi’. Apabila semua wanita Indonesia memiliki pola pikir yang berorientasi pada karir seperti contoh di atas, bisakah anda bayangkan dampaknya bagi kualitas generasi Indonesia 20 tahun kelak? Akankah intelektualitas itu punah seiring dengan semakin minimnya kesadaran para wanita untuk menjadi sosok teladan bagi anak-anaknya?

Salah satu kunci penopang untuk memajukan bangsa ini yakni meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang ada. Peningkatan kualitas SDM dapat disamakan dengan peningkatan intelektualitas. Seorang Ibu adalah kunci utama peningkatan intelektualitas bangsa Indonesia 20 tahun mendatang. Keluarga adalah lingkungan yang pertama kali berinteraksi dengan sang anak. Keluarga juga merupakan lingkungan yang paling berperan dalam membentuk mental seorang anak. Sosok seorang Ibu yang memiliki intelektualitas tinggi tentu sangat berperan dalam proses pembentukan mental anak dalam keluarga karena pepatah mengatakan buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya.

Bagi para wanita yang kini telah meneguhkan hati untuk terjun menjadi wanita karir, mungkin artikel ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk memikirkan hal tersebut kembali. Karir dan materi mungkin dapat memuaskan hasrat anda sesaat. Ketika anda telah mencapai usia tidak produktif lagi untuk bekerja dan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, bukan tidak mungkin anda akan sangat menyesali betapa banyak waktu yang telah anda lewatkan begitu saja. Rumah itu serasa begitu hambar tanpa adanya kehangatan kasih sayang dan gelak tawa di tengah keluarga. Betapa anda telah melewatkan saat-saat melihat anak anda tumbuh menjadi dewasa dan menemukan jati dirinya. Apakah anda menjadi sosok yang berperan bagi kehidupan mereka? Meski banyak teori yang mengatakan bahwa karir dan komitmen untuk keluarga bisa diseimbangkan, akan tetapi pada faktanya segala sesuatu pasti menuntut pengorbanan. Wanita dapat menjadi sosok wanita super bukan karena ia mampu menggantikan peran pria akan tetapi karena ia mampu menunjukkan kekuatannya dengan tetap menjalani kodratnya meski ia tahu ia mampu melakukan lebih.

kata-kata dari teman sya ini cukup keras menampar saya.
ya. tidak ingin berbohong dan mencoba jujur saya pernah berpikir akan menjadi wanita carier saja,tidak terpanggil untuk memiliki keluarga tapi pengen punya anak-anak (ups, maksud saya sebuah yayasan anak)
ya. tdak menutupnutupi saya pernah disakiti orang alias cowok.tidak sekali dan bukan cuma karena alasan dua insan beda jenis merasakan suatu anugrah Tuhan tapi juga dari katakata kaum adam yang sering merendahkan wanita. sungguh saya tidak suka. dan pernah mengisi di harihari saya pernyataan saya sudah tidakpercaya dengan kaum laki-laki, sebuah pengalaman yang bisa menjadi suatu idealismemu! dan sekarang saya sudahmembuang jauhjauhjauh pikiran itu. suatu saat saya akan menyadari,betapa tuhan menciptakan hawa dan adam untuk saling melengkapi.

thanks steffi stephanie i can share your article
miss all of albatross girls and boys

May 3, 2010 at 2:37 am Leave a comment

::bapak please::

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

March 6, 2010 at 9:27 am 2 comments


yangoi.selalu.ceria.

we can share everything. love.laugh. happy.friendship.and sad stories even the darkest one.

.im a deadliner.

May 2012
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

.stories.

.stories.

tweets!

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

RSS deep pathetic to writing

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.