::SBY-Boediono::
October 12, 2011 at 12:39 am Leave a comment
liat-liat ini jadi kepikiran buat menanggapi :
Ada tanggapan dari temen2? Ada yang ikut aksi? Atau yaudah lempeng aja? Atau ga peduli sama sekali?
Berbagai tanggapan di kampus yang saya liat berbunyi seperti ini “kemiskinan salah siapa?” atau “sudah 7 tahun Pak, Rakyat Menunggu terlalu lama”. Kata-kata ini seakan mempertanyakan kehadiran beliau yang kurang memberikan dampak yang signifikan. Coba kita balik bila kata-kata itu ditujukan kepada mahasiswa. Nah lho?
Apa yang sudah kita lakukan? Apakah telah membuat masyarakat menunggu lama? ya! sama halnya cem-cem kasta atas sana menebar janji dan membuat masyarakat menunggu lama. istilahnya cintanya digantung, ga enak lhoo
Bagaimanapun aksinya, bagaimanapun tanggapannya dari berbagai kalangan, kita pasti punya tanggapan atau aksi yang elegan. Kita bisa bergerak di ranah kita, bukan begitu? Pengabdian masyarakat bisa jadi aksi yang elegan ; menjalankan fungsi jadi mahasiswa, membantu kerja SBY-Boediono, skaligus menyentil mereka. Tapi dikemas dalam satu paket yang lebih enak dinikmati
Bagaimana aksi teman-teman sekarang? Apakah sudah bergerak ke dunia nyata? Bisa kita sejenak kembali melihat tujuan dan mimpi kita lagi, atur strategi dan semangat kembali. Semangat beraksi dengan elegan . yang sarjana, yang masih mahasiswa, beraksilah dengan elegan. beraksi ke atas dan kebawah serta kesamping. yah, diartikanlah sendiri.
sampai saat ini yang ada hanyalah :
“kalo ada emosi pasti bersatu. emosi peduli yang bersifat nonpermanen”
smoga kita tidak begitu. teruslah asah pisau kepedulian yang tanpa syarat sperti bahagia. bahagia itu tanpa syarat. kepedulian itu sama halnya
Salam smangat mengabdi <3
Entry filed under: .sociality.. Tags: .againtstheworld., .cintakuuntukmu., .indonesia., .ngulik..


Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed