Archive for October 12, 2011
:: apa cita-cita terdekat kamu ::
berbekal membaca blog salah satu alumni farmasi yang sekarang sedang asik-asiknya merawat dedek bayinya (helo kak Wina! how are you?!) saya pun berpikiran iseng meng-sms satu per satu orang dan mem-bbm satu persatu orang dengan bertanya :
“Apa cita-cita terdekat kamu?”
wah ternyata responnya sungguh beragam ! seketika HP saya dibanjiri sms dan bbm. pagi selalu menyimpan secercah harapan!
respon yang begitu bervariasi mulai dari yang serius, yang ok banget cita-citanya, yang menyedihkan karena bingung, yang tak mengerti maksud saya, yang bingung kenapa saya bertanya itu jadi mesti dijelasin dulu, yang menggebu-gebu langsung membalas dengan setumpuk cita-cita terdekatnya, sampai yang ngaco. ngaco sekali tapiy a begitulah manusia, sungguh beragam. ada juga yang tidak menjawab, berpikir mugkin saya sangat random dan strange ya? atau biarlah cita-cita ku menjadi cita-citaku aja, atau itu bukan hal pentinng yang perlu dijawab? hehe. no problemo! (suudzon deh loh. serius. no problemo!)
AWESOME!
anak-anak TPB, 2010 dan yang sedang pusing UTS (tampaknya) kebanyakan menjawab ingin IP4, ingin matkul ini lulus, pengen berhasil akademik, dll sejenis target akademik bahkan hingga ingin cepet dilantik jadi anggota himpunan. aminn, bisa pasti bisa, mari jalani dengan tulus
beberapa teman yang saya tanyakan menjawab dengan lantang (tampaknya) cita-cita terdekat mereka, memajukan bangsa, menciptakan lapangan kerja, mengerjakan amanah sebaik-baiknya, dll dll sejenis kepentingan orang banyak. amin.. saya selalu salut dengan orang-orang yang berpikir kritis dan people oriented, itu artinya otak kanannya sungguh digunakan
beberapa temen seperjuangan saya (seangkatan.red) kebanyakan menjawab ingin dapet kerja diperusahaan ini, itu, hingga target yang banyak sudah ingin (baca : kebelet) nikah. aminn.. asal halal Tuhan pun merestui temans
ada juga cita-cita diluar kategori diatas yang patut diacungi jempol juga.
mengapa saya serandom itu nanya sih?
ah saya cuma suka membuat sensasi saja.. oh tentu tidak!
sebenernya ada buah manis di balik keisengan tersebut
1. bayangkan saat kamu membaca cita-cita temen-temen kamu atau keluarga kamu.. walau tak terucap dengan mulut,ikut di-amin-in. itu berarti rencana pencapaian terdekat mereka akan semakin dekat
2. kamu bisa menjadi reminder untuk mereka atas mimpi2 mereka. misal pengen s2 k aussie taun depan. oke, berarti taun depan saatnya kamu bertanya apa kabar Aussie? waw. so great sekali mimpi-mimpi keluarga dan teman-teman. really proud!
3. bagi yang sedang letih lemah lesu, saat membaca “apa cita-cita kamu terdekat”mungkin menjadi berpikir ulang, menjadi semangat kembali! yihaa! who knows?
4. skalian silaturahmi! wah jadi tadinya ga pernah ngobrol, gapernah smsan, jarang nanyain kabar, gara-gara pertanyaan pembuka ini malah merembet ke kabar-kabaran, cerita-cerita , bahkan sesuatu cerita yang “waw dia nyeritain ini ke gue? “padahal kita jarang banget ngobrol. terima kasih telah mempercayai saya
5. last but not least bisa jadi motivasi eksternal ! membaca cita-cita orang membuat kamu brsemangat kembali. bahwa cita kita sebenernya banyak yang sama. tinggal mencari yang sama itu dan menyusun puzzle bersama. challenge accepted!
apapun cita-citanya, apapun mimpinya yang penting DUIT : doa. usaha. ikhtiar. tawakal. Insya Allah we will find the way. may Allah bless you all
setidaknya saya percaya bahwa tiap manusia Indonesia punya cita-cita, itu berarti Indonesia punya cita-cita, itu berarti ada harapan untuk menjadi yang dibutuhkan dunia bukan membutuhkan dunia (seperti seorang singapore yang berkata Indonesia doesnt need world, world need Indonesia). bahkan anak-anak di pedalaman pun, di pelosok pun pasti punya cita-cita. jadi kita masih punya harapan kan?
![]()
::Jadi Buat Apa Itu Hutan Kota::
ngobrol-ngobrol bareng orang2 cem aldi atau faris memang membuka wawasan. tak salahlah kalo mereka nantinya yang akan memberi pengaruh pada bangsa,wong cilik macem aku pun sudah berhasil mereka inspirasi. nah lho? ya semoga terwujud cita-cita bersama ini. semua punya caranya masing-masing.
tercetus pertanyaan dari temen saya bernama ibud (nama samarann. red). jadi buat apa hutan kota? hutan di baksil maksudnya? gue pun menjawab ya buat tempat pacaran. mereka berdua (aldi dan faris. red) menambahkan ya itu sangat dibutuhkan. mulailah bertukar ilmu pengetahuan masing-masing. pelajaran tata kota sedikit memberikan gue wawasan. jadi adalah di kota itu ada : grey land yaitu tempat pembangunan (konstruksi macem-macem sepertinya), brown land (yang tidak bisa ditanam), dan green land. green land itulah ruang terbuka publik. 30 % harusnya di tiap perkotaan. green land itu bisa jalur yang hijau (mungkin jalanan yang kanan kirinya pohn), ruang yang hijau mungkin taman2 kota, dan daerah resapan mungkin hutan kota (ah saya masih mencari yang benar0. 30 % untuk mencapai keseimbangan. untuk itulah perlunya hutan kota. jadi bersyukur jika Babakan Siliwangi dijadikan hutan kota. tapi rencananya sangkuriang mau dibangun apartemen. lah? gimana itu? gimana? HELP and SAVE Bandung!
ibud menimpali lagi, ibaratnya kota ini sudah jadi. lo harus mengubah sesuatu yang udah ke-set. itulah danya re-development. dan sejauh ini, di dunia, yang baru berhasil jepang dan inggris. indonesia kau bisakah? kemana larinya sarjana kita? sarjana arsi, sarjana plano. nah lho? just my humble opinion
semangat mengabdi dengan elegan . dengan caramu masing-masing, dengan orang-orang sebagai referensi tapi kau tetap berada pada hati nurani mu. semu orang diciptakan punya jatahnya masing-masing.
::SBY-Boediono::
liat-liat ini jadi kepikiran buat menanggapi :
Ada tanggapan dari temen2? Ada yang ikut aksi? Atau yaudah lempeng aja? Atau ga peduli sama sekali?
Berbagai tanggapan di kampus yang saya liat berbunyi seperti ini “kemiskinan salah siapa?” atau “sudah 7 tahun Pak, Rakyat Menunggu terlalu lama”. Kata-kata ini seakan mempertanyakan kehadiran beliau yang kurang memberikan dampak yang signifikan. Coba kita balik bila kata-kata itu ditujukan kepada mahasiswa. Nah lho?
Apa yang sudah kita lakukan? Apakah telah membuat masyarakat menunggu lama? ya! sama halnya cem-cem kasta atas sana menebar janji dan membuat masyarakat menunggu lama. istilahnya cintanya digantung, ga enak lhoo
Bagaimanapun aksinya, bagaimanapun tanggapannya dari berbagai kalangan, kita pasti punya tanggapan atau aksi yang elegan. Kita bisa bergerak di ranah kita, bukan begitu? Pengabdian masyarakat bisa jadi aksi yang elegan ; menjalankan fungsi jadi mahasiswa, membantu kerja SBY-Boediono, skaligus menyentil mereka. Tapi dikemas dalam satu paket yang lebih enak dinikmati
Bagaimana aksi teman-teman sekarang? Apakah sudah bergerak ke dunia nyata? Bisa kita sejenak kembali melihat tujuan dan mimpi kita lagi, atur strategi dan semangat kembali. Semangat beraksi dengan elegan . yang sarjana, yang masih mahasiswa, beraksilah dengan elegan. beraksi ke atas dan kebawah serta kesamping. yah, diartikanlah sendiri.
sampai saat ini yang ada hanyalah :
“kalo ada emosi pasti bersatu. emosi peduli yang bersifat nonpermanen”
smoga kita tidak begitu. teruslah asah pisau kepedulian yang tanpa syarat sperti bahagia. bahagia itu tanpa syarat. kepedulian itu sama halnya
Salam smangat mengabdi <3

